— Santan Ketumbar Jintan


Workshop 2: Pendekatan Sejarah Komunitas
Peserta: Anang, Maryanto, Moki, Sandy, Mamad, Anna, Citra, Fitta, Vita, Elia, Astrid, Gede, Pascal, Ferdi, Dina, Siska, Abmi, Inggrid, Khatib
Fasilitator: Antariksa

Pada workshop kedua ini, Antariksa membicarakan soal pendekatan sejarah komunitas berdasarkan proyek-proyek serupa yang pernah dikerjakan oleh Kunci. Proyek-proyek tersebut adalah Sejarah Keluarga, Sejarah Juminahan, dan Proyek Gondomanan.

Pendekatan sejarah komunitas merupakan sebuah metode sejarah yang dioperasikan pada orang biasa. Konsep historian generated history, dalam Sejarah Komunitas, berubah menjadi people generated history. Sejarah yang biasanya diwarnai dengan narasi besar mengenai peristiwa penting dan orang berkuasa, berpindah pada narasi orang biasa dan kejadian di sekitar mereka. Suatu komunitas dapat memahami perubahan karakter yang dialami melalui proses mengingat dan menuliskan sejarah lokal. Dalam proyek Juminahan, pembahasan sejarah lokal menimbulkan kepercayaan diri di antara anggota masyarakat Juminahan. Bahwa Juminahan merupakan komunitas yang penting.

Read More

Latar Belakang
•Keterputusan sejarah dalam hubungan komunitas India dan konteks lokal Yogyakarta.
•Kehidupan kelompok etnis diaspora dan politik sehari-hari dalam relasi yang tercipta.

Metode
•Riset kolaborasi antara partisipan dengan berbagai disiplin. Hasil akhir ditentukan setelah proses pengumpulan data.
•Pemetaan narasi sebagai langkah awal.

Partisipan
1. Anang Saptoto (seniman/video)
2. Prihatmoko Catur (seniman/grafis/komik)
3. Siska Raharja (videografer)
4. Yudha Sandy (editor Mulyakarya)
5. Elia Nurvista (freelance)
6. Muhammad Ab (freelance)
7. Erythrina Baskoro (aktor)
8. Kelompok Etnohistori (Astrid, Anna, Abmi, Gede, dan Inggrid)
9. Apriani Harahap (mahasiswa)
10. Citra Rashmi (mahasiswa)
11. Fitta Amelia (mahasiswa)
12. Karina Roosvita (mahasiswa/ibu rumah tangga)

Rencana Presentasi Proyek
•Waktu: 20 Desember 2011 – 10 Januari 2012.
•Penerbitan satu buku berisi kertas kerja, essai, dan artikel mengenai temuan di lapangan.
•Beberapa proyek lain bertempat di berbagai lokasi.

Read More

Diskusi Sejarah Komunitas India di Yogyakarta, berlangsung pada hari Jumat, 21 Oktober 2011. Pembicara, Bambang Purwanto (Jurusan Sejarah, UGM) dan Jean Pascal Elbaz (Sangam Resto). Selain berbicara soal komunitas India dalam konteks kelompok minoritas dan historiografi di Indonesia, Bambang Purwanto juga melontarkan beberapa asumsi mengenai keterputusan sejarah yang terjadi dalam hubungan India dengan Indonesia. Sedangkan Jean Pascal Elbaz banyak berbicara soal kondisi komunitas India di Yogyakarta saat ini.

Beberapa poin penting dalam pemaparan tiap narasumber adalah sebagai berikut;
1. Keberadaan orang-orang India di Indonesia, dapat ditelusuri mulai dari Abad 5. Medan merupakan pusat komunitas India di Indonesia. Komposisi antara orang India dan orang Jawa di Medan, hampir sama. Keberadaan orang India di Medan, berasal dari buruh-buruh yang dibawa oleh pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Komunitas India yang cukup besar, menyebabkan Medan tidak mengalami keterputusan sejarah yang panjang.

2. Salah satu arsip yang berasal dari tahun 1920-an atau 1930-an, menunjukkan hubungan dagang antara India dan Indonesia. Indonesia merupakan salah satu eksportir gula bagi India. Sedangkan India memasok tekstil ke Indonesia. Industri tekstil abad 20 di Indonesia, sangat terkait dengan India. Hubungan ekonomi ini terus berlangsung hingga saat ini. Tidak terjadi keterputusan secara ekonomi. Keterputusan terjadi dalam memori sosial. Apalagi dengan historiografi yang kacau. Jadi, secara realitas sosial, komunitas India di Indonesia terus menerus berkembang. Keterputusan justru terjadi pada penulisan sejarahnya. Di luar soal historiografi, perkembangan hubungan antara komunitas India dengan lokal, yang awalnya banyak bersifat kultural, lambat laun mulai bergeser ke arah sektor ekonomi.

3. Ada beberapa asumsi mengenai penyebab keterputusan historis ini. Salah satunya adalah mengenai hegemoni Islam Sunni, yang menyingkirkan Islam Syiah dan akhirnya menyingkirkan realitas sejarah India di Indonesia. Islam Sunni disebut berasal dari Arab, sedangkan Islam Syiah berasal dari Persia dan banyak berkembang di India.

Read More

 


Proyek Sejarah Orang India di Yogya membuka kesempatan bagi publik, seniman maupun peneliti untuk bersama-sama menelusuri sejarah sosial komunitas India di Yogyakarta melalui upaya-upaya kritis, kolaboratif dan kreatif. Kegiatan yang dilakukan selama 4 bulan ini (mulai dari Oktober 2011 sampai dengan Januari 2012) bersifat terbuka dan sukarela. Sebagai sarana utama pendukung kegiatan, KUNCI memfasilitasi serangkaian workshop yang terkait dengan metodologi penelitian dan produksi kreatif setiap satu minggu sekali selama 3 bulan. Sepanjang prosesnya, peserta diharapkan aktif melakukan observasi, interaksi, dan dokumentasi guna mendukung presentasi hasil akhir yang akan dilaksanakan pada minggu terakhir Desember 2011- Januari 2012. Bentuk dari hasil akhir proses ini sengaja tidak ditentukan sejak awal, dengan tujuan agar eksplorasi dan kolaborasi kreatif antar peserta dapat berlangsung optimal.

Untuk membingkai jalannya kegiatan agar peserta memiliki bayangan dan fokus atas apa yang hendak dilakukan selama proses ini berlangsung, kami mengundang anda untuk datang ke diskusi publik “Sejarah Komunitas India di Yogyakarta pada tanggal 21 Oktober 2011, jam 3 sore di KUNCI Cultural Studies Center, Jln. Langenarjan Lor No.17B, Panembahan, Yogyakarta dengan narasumber Bapak Bambang Purwanto (Sejarawan), Jean-Pascal Elbaz (Pengamat Budaya India) dan Hottu Tikani (Tokoh Komunitas India).

Adapun proses keikutsertaan dalam proyek ini terbagi ke dalam dua tahap, yakni untuk peserta undangan (5 individu/kelompok) dan untuk peserta pendaftar (diseleksi 5 individu/kelompok dari jumlah pendaftar yang masuk).

Bagi anda yang berminat mengikuti proyek ini, silahkan isi lembar pendaftaran yang terlampir di bawah ini dan kirimkan paling lambat Rabu, 26 Oktober 2011, ke:

Syafiatudina (Dina),
KUNCI Cultural Studies Center,
Jl. Langenarjan Lor No.17B, Panembahan, Yogyakarta.
Telp. (0274) 371320,
Email: editor@kunci.or.id, editorkunci@yahoo.com

Informasi lebih rinci mengenai proyek ini dan cara-cara berpartisipasi juga dapat dilakukan dengan menghubungi alamat kontak di atas. Pengumuman mengenai peserta yang lolos proses seleksi akan dilakukan via email, pada Kamis, 27 Oktober 2011.

Formulir pendaftaran dapat diunduh lewat link ini.

Read More

Diskusi Sejarah Komunitas India di Yogyakarta

Jumat, 21 Oktober 2011, pukul 15.00 WIB
di Kunci Cultural Studies Center
Jl. Langenarjan Lor No.17B, Panembahan

Pembicara:
Bambang Purwanto (Jurusan Sejarah, Fak. Ilmu Budaya UGM)
Jean Pascal Elbaz (Sanggam Resto)

Perjumpaan India dan Indonesia telah mengalami sejarah yang panjang dan percampuran budaya yang sedemikian pelik, membentuk berbagai tegangan dan simpulan, termasuk dalam kondisi sehari-hari yang mewarnai dinamika masyarakat Yogyakarta. Keberadaaan komunitas (keturunan) India ditandai antara lain dengan kehadiran deretan toko-toko kain yang hampir seluruhnya dimiliki usahawan keturunan India, munculnya berbagai rumah makan khas anak benua ini, dan fenomena mahasiswa India asal Malaysia yang menuntut ilmu di kota pendidikan ini.

Dalam stereotip politik ekonomi, komunitas India kerap disandingkan dengan komunitas Tionghoa dalam konteks aktivitas perdagangan yang cenderung menghindari panggung politik. Sejauh mana proses peliyanan ini tercermin dalam kondisi geografis kota Yogyakarta, interaksi sehari-hari, dan upaya membayangkan kewargaan dan keistimewaan kota merupakan beberapa hal yang menarik untuk ditelusuri lebih jauh.

Di sisi lain, dalam bingkai interaksi budaya sehari-hari akan terlihat pula bahwa terang ‘Sejarah Budaya’ dalam huruf kapital tidak serta merta memuluskan sirkulasi pengetahuan antara warga India dan pribumi di Yogyakarta, dimulai dari sulitnya melacak hubungan kekerabatan lintas-etnis, terbatasnya budaya-budaya hibrid yang berakar kuat dan berorientasi ke depan serta lintas pertukaran kebudayaan yang memadahi.

Yang terasa kini adalah semacam adanya keterputusan, baik dalam konteks temporal maupun spasial, antara kekayaan sejarah hubungan kedua bangsa yang pernah ada di masa lalu dan wajahnya sekarang dalam interaksi sosial budaya yang cenderung tersekat-sekat. Berangkat dari gagasan tersebut, untuk mengaitkan kembali berbagai kemungkinan percakapan di seputar hubungan India dan Indonesia kontemporer, diskusi ini diselenggarakan sebagai salah satu bagian dari Proyek Studi Sejarah Komunitas India di Yogyakarta, Parallel Events Biennale Jogja XI.

Read More

 

Santan Ketumbar Jintan: Sejarah Orang India di Yogya, yang diselenggarakan oleh Kunci Cultural Studies Center, adalah proyek yang mengeksplorasi sejarah komunitas India di kota melalui riset kolaboratif dan eksperimentasi artistik. Melalui kunjungan lapangan, observasi-partisipatif dan interaksi yang dinamis dengan komunitas India di Yogya, para seniman and peneliti yang dilibatkan dalam proyek ini diajak untuk mengembangkan pendekatan yang kritis dan kreatif dalam merespon sejarah sosial kota Yogyakarta. Proyek ini berlangsung selama empat bulan (Oktober 2011-Januari 2012 dan tersebar di berbagai titik di seluruh kota. Hasil akhir proyek ini akan dipresentasikan melalui rangkaian peristiwa publik yang bentuknya sengaja dibiarkan terbuka.

Acara: Partisipasi publik dikembangkan sesuai dengan hasil eksplorasi kreatif para partisipan terundang. Seluruh partisipasi publik bersifat gratis dan terbuka | Kontak: untuk info lebih lanjut tentang proyek, silahkan hubungi Syafiatudina, KUNCI Cultural Studies Center, Jln. Langenarjan Lor No.17B, Panembahan, Yogyakarta. Telp. (0274) 371320, Hp. 081310773698 (Dina). Email: editor@kunci.or.id, editorkunci@yahoo.com | http://kunci.or.id

Read More